[Dipetik dari buku Cinta dan Rindu oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah / Al-Hikam oleh Syeikh Ibn Ata'illah Al-Sakandari]
+++ greatza +++
Cari Blog Ini
Selasa, 27 November 2012
HAKIKAT CINTA MENURUT ISLAM
Senin, 26 November 2012
Menumbuhkan Sikap Disiplin Diri
Tips Memotivasi Disiplin Diri
Kediplinan membedakan kita dari binatang dengan kekuatan pikiran berakal yang mampu mengendalikan diri dengan mengontrol nafsu dan insting kita.Kelebihan manusiawi inilah yang akan mendorong kemajuan kita dengan memampukan diri kita untuk membuat perencanaan, mengevaluasi tindakan, dan mencapai kesuksesan.
Namun kadangkala, kita merasa lemah dalam mengendalikan diri untuk berdisiplin. Berikut beberapa tips singkat untuk memotivasi diri agar bisa disiplin;
1)Selalu Mengingat Alasan & Tujuan
Jika kita menginginkan sesuatu sebagai tujuan dan memiliki alasan yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut, maka kita akan mencari cara bagaimana meraih tujuan tersebut dan melaksanakannya. Namun jika kita hanya mengetahui bagaimana caranya sesuatu dikerjakan, kita tidak akan terlalu termotivasi berdisiplin tanpa menyadari apa yang menjadi alasan dan tujuan yang kuat mengapa kita melakukan hal tersebut. Ini sering terjadi pada para karyawan yang bekerja di bidang administrasi dan pekerja di bagian manufaktur/lini produksi atau buruh.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kentaro Fujita, para partisipan yang selalu mengingat-ingat alasan mengapa mereka melakukan sesuatu ketika sedang mengerjakannya, lebih gigih dan disiplin dalam mencapai tujuannya daripada mereka yang mengerjakan sesuatu tanpa secara sadar memikirkan alasan dan tujuannya.
Kita akan lebih termotivasi jika kita menyadari bahwa pekerjaan kita bermakna dan memiliki tujuan yang berarti. Gali inspirasi, hasrat pribadi, dan ingat-ingatlah orang-orang yang dicintai yang ingin kita nafkahi serta yang ingin kita bahagiakan. Bayangkan diri kita di masa depan, ketika usia telah senja dan tubuh telah renta, bagaimana kita ingin menjadi di suatu hari nanti? Tentunya ingin berhasil mendapatkan tujuan dengan alasan yang berarti.
2)Membuat Rencana yang Spesifik dan Tertib
Banyak orang gagal memenuhi resolusi tahun barunya untuk menurunkan berat badan karena rencananya kurang spesifik: makan lebih sedikit, berolahraga lebih banyak. Selain tidak spesifik, rencana ini tidak tertib: tidak memiliki urutan tindakan yang teratur.
Penelitian oleh Peter Gollwitzer menyatakan rencana yang terbaik memiliki langkah-langkah yang berkelanjutan, yang memiliki pemicu seperti sebuah waktu yang spesifik atau suatu kejadian tertentu. Contohnya, resolusi tahun barunya menjadi: berolahraga selama sejam di gym setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu setelah pulang kerja atau jam 5 sore. Rencana diet menjadi: jika makanan penutup datang, saya akan mengabaikannya dan minum kopi saja.
Perencanaan seperti ini akan memudahkan otak agar tidak terlalu menghabiskan energi dalam memikirkan prosedur dalam bertindak dan cukup memikirkan alasan dan tujuannya saja. Rencana yang spesifik dan tertib akan membuat pekerjaan seakan-akan otomatis dilakukan tanpa perlu banyak berpikir lagi. Terlalu banyak berpikir akan menguras energi mental kita.
Pengendalian diri memerlukan energi, dan jangan kuras energi tersebut dengan terlalu banyak berpikir tentang bagaimana cara melakukan sesuatu atau langkah selanjutnya ketika sedang berdisiplin. Fokuskan energi untuk berdisiplin dengan memisahkan waktu berpikir dengan saat bertindak ke dalam dua fase yang berbeda. Buatlah rencana tindakan secara spesifik dan tertib sebelum bertindak sehingga kita bisa memanfaatkan energi kita secara efektif serta terfokus dalam berdisiplin.
3)Jangan Terlalu Memforsir Diri
Seperti yang telah saya sebutkan di atas, berdisiplin memerlukan energi yang cukup agar kita bisa mengendalikan diri agar tindakan kita tetap sesuai rencana dan mampu gigih untuk terus bertahan sampai tujuan. Maka dari itu, jangan menghabiskan energi dan jangan lupa untuk beristirahat.
Profesor Kathleen Vohs, seorang pakar perilaku, menyatakan bahwa pengendalian diri memiliki sumber daya yang terbatas, yang bisa habis jika digunakan secara berlebihan. Seperti otot yang kelelahan yang tidak bisa digerakkan lagi jika terlalu diforsir. Dan seperti otot juga, bagian otak yang berkaitan dengan kontrol diri; prefrontal cortex, bisa dilatih agar lebih perkasa.
Cara melatih bagian otak ini juga sama dengan cara binaragawan melatih dan memperbesar otot-ototnya secara alamiah. Perlahan tapi pasti, mulai dari beban barbel yang kecil dan sampai mengangkat besi yang lebih berat. Semua dilakukan tanpa dipaksakan, tanpa stres, dan disesuaikan dengan perkembangan ototnya. Selain itu, masa istirahat juga diperlukan agar otot yang sudah dilatih melakukan pemulihan untuk bertumbuh agar lebih besar dan kuat.
Maka, tips disiplin diri menjadi; lakukan tindakan yang harus dilakukan, namun jangan dipaksakan tapi tetap harus dikerjakan. Intinya, laksanakan kedisiplinan dengan langkah-langkah yang mudah dan bertahap, yang penting konsisten dan tidak absen dalam prakteknya walau tetap diberikan jeda untuk memulihkan tenaga.
4)Kelola Lingkungan dan Kondisi Sosial di Sekitar
Disiplin diri bukan hanya sekedar mengelola kemampuan yang ada di dalam diri untuk mengerjakan rencana tindakan secara konsisten, tapi juga menempatkan diri pada lingkungan dan kondisi sosial yang mendukung pelaksanaan kedisiplinan diri tersebut.
Seorang psikologis dari Princeton, Dan Ariely, meneliti tingkat pengendalian diri seseorang membutuhkan kontrol eksternal seperti pengaturan keadaan serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Perubahan pada lingkungan akan memacu perubahan pada diri orang yang ditempatkan di lingkungan tersebut.
Untuk berdisiplin, kita perlu menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan dan menyingkirkan semua yang ingin kita hindari selama berdisiplin. Contohnya untuk berdiet; seseorang perlu melakukan persiapan dengan membuang segala makanan junk-food dari kulkas dan lemarinya serta selalu menyediakan makanan sehat seperti buah dan sayur. Kalau perlu, pindah tempat tinggal ke lingkungan yang lebih mendukung gaya hidup yang sehat.
Lalu, kita harus menempatkan diri bersama orang-orang yang mendukung tujuan kita berdisiplin, mendekati diri dengan orang-orang yang bisa mempengaruhi dan melemahkan kedisiplinan kita. Misalnya, jika ingin lebih rajin berolahraga maka bergaulah dengan orang-orang yang juga rajin berolahraga jangan berkumpul dengan orang-orang yang duduk-duduk saja kerjanya. Jangan cuma mendaftarkan diri ke gym tapi milikilah teman atau tim dalam suatu klub olah raga yang diminati.
Aktiflah mengikuti diskusi, forum, dan nyatakan tujuan serta rencana tindakan kita secara publik. Umumkan beserta sanksi atau hukuman yang bersedia kita terima jika gagal memenuhi komitmen dalam berdisiplin tersebut. Bergabung atau buatlah grup/kelompok yang bertujuan sama dan saling mendukung, atau minimal cari seorang partner/mitra yang mendukung kita untuk mendisiplinkan diri.
5)Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kesuksesan menaklukan tantangan dalam berdisiplin membutuhkan kepercayaan diri. Tingkat keberhasilan yang tinggi didapatkan dengan memberikan yang terbaik dari kemampuan yang ada. Dan memberikan yang terbaik semaksimal yang kita bisa, hanya mungkin dilakukan dengan kepercayaan diri yang optimal.
Peneliti beberapa atlit terbaik yang menjadi juara dunia, Jim Taylor, Ph.D. Mengemukakan bahwa keyakinan penuh akan keahlian yang kita miliki akan membuka potensi diri sepenuhnya. Sedangkan keragu-raguan akan menghambat pemanfaatan keahlian secara maksimal dan akan membawa penyesalan karena tidak memberikan yang terbaik dari diri kita. Kepercayaan diri akan meningkatkan keyakinan seseorang untuk sukses.
Sebaliknya, kita tidak akan menyesal meski gagal jika kita tahu kita telah memberikan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin. Kita tidak akan menyalahkan diri, mungkin kita akan menyalahkan nasib atau takdir, tapi kita akan tetap percaya diri karena telah berjuang dengan seluruh kemampuan yang kita punya. Penyesalan akan mendemotivasi dan melemahkan semangat kita, berikan seluruh kemampuan yang terbaik yang kita bisa agar tidak menyesal nanti. Dan kepercayaan diri yang tinggi akan menguatkan kita dari perasaan kecewa jika kita mengalami kegagalan.
Maka dari itu, adalah penting untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan diri bahwa kita akan mampu berdisiplin secara maksimal. Untuk meningkatkan kepercayaan diri kita harus menjaga sikap dan pikiran yang positif, optimis dan berani menghadapi rasa takut serta kecemasan atau ketidaknyamanan yang ada akibat perubahan yang dilakukan. Dan yang paling penting; mampu bangkit serta belajar dari kesalahan, terus percaya diri untuk kembali termotivasi dalam berdisiplin.
siplin Diri
A. Apakah Disiplin Diri itu ?
Menurut
kamus umum Bahasa Indonesia, Disiplin berarti melatih batin dan watak
supaya perbuatannya menaati tata tertib. Disiplin diri berarti melatih
diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara
berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam
hidup.
B. Mengapa kita perlu disiplin ?
Disiplin
diri akan terasa manfaatnya jika kita memiliki suatu impian dan cita –
cita yang ingin dicapai. Kita harus mendisiplinkan ( melatih ) diri
untuk mengerjakan hal – hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Oleh karena itu, di dunia ini
dibuat peraturan – peraturan yang disertai hukuman yang setimpal. Hal
ini tidak lain agar setiap manusia mau belajar hidup disiplin dan
menaati aturan yang ada sehingga dunia tidak kacau balau dan seseorang
tidak dapat berbuat sekehendak hatinya.
Read more: Menumbuhkan Sikap Disiplin Diri | belajarpsikologi.com
A. Apakah Disiplin Diri itu ?
Menurut
kamus umum Bahasa Indonesia, Disiplin berarti melatih batin dan watak
supaya perbuatannya menaati tata tertib. Disiplin diri berarti melatih
diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara
berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam
hidup.
B. Mengapa kita perlu disiplin ?
Disiplin
diri akan terasa manfaatnya jika kita memiliki suatu impian dan cita –
cita yang ingin dicapai. Kita harus mendisiplinkan ( melatih ) diri
untuk mengerjakan hal – hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Oleh karena itu, di dunia ini
dibuat peraturan – peraturan yang disertai hukuman yang setimpal. Hal
ini tidak lain agar setiap manusia mau belajar hidup disiplin dan
menaati aturan yang ada sehingga dunia tidak kacau balau dan seseorang
tidak dapat berbuat sekehendak hatinya.
C. Mengapa disiplin itu sulit ?
Kebiasaan
yang kita lakukan akan menentukan masa depan kita. Kebiasaan yang baik
akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun sebaliknya, namun untuk
membiasakan kebiasaan baik itu tidak mudah. Mengapa demikian ?
- Manusia memiliki sifat – sifat mendasar seperti : cenderung bermalas -malasan, ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk melanggar peraturan – peraturan yang ada.
- Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan. Pepatah mengatakan “ kita akan lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang kita kerjakan ”.
- Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang sama dalam jangka waktu lama.
Tips untuk dapat hidup dengan disiplin, dengan cara :
- Kalahkan diri sendiri.
- Lakukan kegiatan selingan sesekali di luar rutinitas.
- Fokuskan fikiran pada tujuan akhir yang ingin dicapai.
- Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.
- Buat urutan prioritas hal – hal yang ingin kita lakukan.
- Buat jadwal kegiatan secara tertulis.
- Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku.
- Berusahalah untuk selalu dsiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri.
Disiplin
diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang
– ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi
suatu hal yang biasa kita lakukan. Disiplin diri dalam melakukan suatu
tindakan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan akan
manjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya keunggulan.
Keunggulan membuat kita memiliki kelebihan yang dapat kita gunakan
untuk meraih tujuan hidup yang menentukan masa depan kita.
Akhir
kata, setelah kita semua mendapat materi ini diharapkan dapat
mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar apa yang menjadi tujuan
kita dapat tercapai. Satu hal penting, sebelum kita melakukan sesuatu
itu terlebih dahulu tetapkanlah tujuan atau target dan tidak menunda
sampai situasi sempurna.
Karena
secara tidak langsung kita telah menyimpannya di alam bawah sadar. Dan
otomatis setiap tindakan yang akan kita lakukan selaras dengan apa yang
telah kita simpan itu. “ not only what you see is what you get, but also what you think is what you get” . Kemudian lakukan terus dengan disiplin sehingga kita mendapatkan apa yang kita inginkan.
Bahan rujukan:
Prijosaksono, A dan Dwi Sanjaya, 2002. Use Your 7 Power. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Read more: Menumbuhkan Sikap Disiplin Diri | belajarpsikologi.com
A. Apakah Disiplin Diri itu ?
Menurut
kamus umum Bahasa Indonesia, Disiplin berarti melatih batin dan watak
supaya perbuatannya menaati tata tertib. Disiplin diri berarti melatih
diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara
berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam
hidup.
B. Mengapa kita perlu disiplin ?
Disiplin
diri akan terasa manfaatnya jika kita memiliki suatu impian dan cita –
cita yang ingin dicapai. Kita harus mendisiplinkan ( melatih ) diri
untuk mengerjakan hal – hal yang sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Oleh karena itu, di dunia ini
dibuat peraturan – peraturan yang disertai hukuman yang setimpal. Hal
ini tidak lain agar setiap manusia mau belajar hidup disiplin dan
menaati aturan yang ada sehingga dunia tidak kacau balau dan seseorang
tidak dapat berbuat sekehendak hatinya.
C. Mengapa disiplin itu sulit ?
Kebiasaan
yang kita lakukan akan menentukan masa depan kita. Kebiasaan yang baik
akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun sebaliknya, namun untuk
membiasakan kebiasaan baik itu tidak mudah. Mengapa demikian ?
- Manusia memiliki sifat – sifat mendasar seperti : cenderung bermalas -malasan, ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk melanggar peraturan – peraturan yang ada.
- Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan. Pepatah mengatakan “ kita akan lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang kita kerjakan ”.
- Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang sama dalam jangka waktu lama.
Tips untuk dapat hidup dengan disiplin, dengan cara :
- Kalahkan diri sendiri.
- Lakukan kegiatan selingan sesekali di luar rutinitas.
- Fokuskan fikiran pada tujuan akhir yang ingin dicapai.
- Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.
- Buat urutan prioritas hal – hal yang ingin kita lakukan.
- Buat jadwal kegiatan secara tertulis.
- Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku.
- Berusahalah untuk selalu dsiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri.
Disiplin
diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang
– ulang dan terus menerus secara berkesinambungan sehingga menjadi
suatu hal yang biasa kita lakukan. Disiplin diri dalam melakukan suatu
tindakan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan akan
manjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya keunggulan.
Keunggulan membuat kita memiliki kelebihan yang dapat kita gunakan
untuk meraih tujuan hidup yang menentukan masa depan kita.
Akhir
kata, setelah kita semua mendapat materi ini diharapkan dapat
mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar apa yang menjadi tujuan
kita dapat tercapai. Satu hal penting, sebelum kita melakukan sesuatu
itu terlebih dahulu tetapkanlah tujuan atau target dan tidak menunda
sampai situasi sempurna.
Karena
secara tidak langsung kita telah menyimpannya di alam bawah sadar. Dan
otomatis setiap tindakan yang akan kita lakukan selaras dengan apa yang
telah kita simpan itu. “ not only what you see is what you get, but also what you think is what you get” . Kemudian lakukan terus dengan disiplin sehingga kita mendapatkan apa yang kita inginkan.
Bahan rujukan:
Prijosaksono, A dan Dwi Sanjaya, 2002. Use Your 7 Power. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Read more: Menumbuhkan Sikap Disiplin Diri | belajarpsikologi.com
Minggu, 25 November 2012
10 karakter Pemuda Islam
MUSTAFA
AL-RAFI’IE menggambarkan masa muda dengan mengatakan bahwa pemuda
adalah kekuatan, sebab matahari tidak dapat bersinar di senja hari
seterang ketika di waktu pagi. Pada masa muda ada saat ketika mati
dianggap sebagai tidur, dan pohon pun berbuah ketika masih muda dan
sesudah itu semua pohon tidak lagi menghasilkan apa pun kecuali kayu.
(Ashur Ahams;1978).
Karakter Pemuda Islam:
1. Salimul Aqidah (akidah yang lurus)
2. Shahihul ibadah (ibadah yang benar)
3. Matinul Khuluq (akhlak mulia)
4. Qadirun al-Kasbi (berpenghasilan/mandiri)
5. Mutsaqaful Fikri (berwawasan luas)
6. Qawiyyul Jismi (fisik kuat dan sehat)
7. Mujahidun Linnafsih (jiwa yang selalu bersemangat)
8. Munadzam fi Syuunih (sistematis)
9. Harishun 'ala Waqt (menjaga waktu)
10. Nafi'un Lighairih (berguna untuk orang lain).
Sudahkah kita seperti ini.,???
Keutamaan Sholat Berjamaah di Masjid
Masjid merupakan sebuah tempat suci yang tidak asing lagi kedudukannya bagi umat Islam. Masjid selain sebagai pusat ibadah umat Islam, ia pun sebagai lambang kebesaran syiar dakwah Islam. Alhamdulillah, kaum muslimin pun telah terpanggil untuk bahu-membahu membangun masjid-masjid di setiap daerahnya masing-masing. Hampir tidak dijumpai lagi suatu daerah yang mayoritasnya kaum muslimin kosong dari masjid. Bahkan terlihat renovasi bangunan masjid-masjid semakin diperlebar dan diperindah serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, agar dapat menarik dan membuat nyaman jama’ah. Semoga semua usaha ini menjadi amal ibadah yang barakah karena mengamalkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang membangun masjid karena mengharap wajah Allah, niscaya Allah akan bangunkan baginya semisalnya di al jannah.” (Al Bukhari no. 450)Tentunya akan lebih barakah lagi bilamana mampu merealisasikan tujuan dibangunnya masjid. Salah satu fungsi dibangunnya masjid adalah menegakkan shalat berjam’ah di dalamnya. Ternyata, bila kita menengok kondisi masjid-masjid yang ada terlihat shaf (barisan) ma’mum semakin maju alias sepi dari jama’ah. Bahkan ada beberapa masjid yang tidak menegakkan shalat berjama’ah lima waktu secara penuh. Kondisi ini seharusnya menjadikan kita tersentuh untuk bisa berupaya dan ikut serta bertanggung jawab dalam mamakmurkan masjid.
Para pembaca, dalam edisi kali ini akan dimuat pembahasan keutamaan dan kedudukan shalat berjama’ah lima waktu di masjid. Semata-mata sebagai nasehat untuk kita bersama dalam mewujudkan kemakmuran masjid-masjid yang merupakan pusat syiar-syiar Islam dan mewujudkan hamba-hamba Allah subhanahu wata’ala yang benar-benar beriman kepada-Nya.
Memakmurkan Masjid Ciri Khas Orang-Orang Yang Beriman
Ciri khas yang harus dimiliki oleh orang yang beriman adalah tunduk dan patuh memenuhi panggilan-Nya. Ciri khas ini sebagai tanda kebenaran dan kejujuran imannya kepada Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Wahai orang-orang yang beriman penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, bila Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang dapat menghidupkan hati kalian…” (Al Anfal: 24)Allah subhanahu wata’ala telah memanggil kaum mu’minin untuk memakmurkan masjid. Siapa yang memenuhi panggilan Allah subhanahu wata’ala ini, maka Allah subhanahu wata’ala bersaksi atas kebenaran dan kejujuran iman dia kepada-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (At Taubah: 18)
Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i (bermadzhab Syafi’i) seorang ulama’ besar dan ahli tafsir berkata: “Allah subhanahu wata’ala bersaksi atas keimanan orang-orang yang mau memakmurkan masjid.” (Al Mishbahul Munir tafsir At Taubah: 18)
Sesungguhnya termasuk syi’ar Islam terbesar adalah memakmurkan masjid-masjid dengan menegakkan shalat berjama’ah. Bila masjid itu sepi atau kosong dari menegakkan shalat berjama’ah pertanda mulai rapuh dan melemahnya kebesaran dan kemulian dakwah Islam.
Keutamaan Mengerjakan Shalat Berjama’ah Di Masjid
Berikut ini beberapa keutamaan mendatangi shalat berjama’ah di masjid, diantaranya:1. Mendapat naungan dari Allah subhanahu wata’ala pada hari kiamat
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمُ اللهُ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: الإِمَامُ الْعَادِلُ،
وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي
الْمَسَاجِدِ
“Tujuh golongan yang Allah akan
menaungi mereka pada suatu hari (kiamat) yang tidak ada naungan kecuali
naungan-Nya; (diantaranya) Seorang penguasa yang adil, pemuda yang
dibesarkan dalam ketaatan kepada Rabbnya, seseorang yang hatinya selalu
terpaut dengan masjid, ….” (Muttafaqun alaihi)2. Mendapat balasan seperti haji
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الحاَجِّ المُحْرِمِ
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu’ untuk shalat lima waktu (secara berjama’ah di masjid), maka pahalanya seperti pahala orang berhaji yang memakai kain ihram.” (HR. Abu Dawud no. 554, dan di hasankan oleh Asy Syaikh Al Albani)3. Menghapus dosa-dosa dan mengangkat beberapa derajat (Lihat HR. Muslim no. 251)
4. Disediakan baginya Al Jannah (Lihat H.R. Al Bukhari no. 662 dan Muslim no. 669)
5. Mendapat dua puluh lima/dua puluh tujuh derajat dari pada shalat sendirian (Lihat HR. Al Bukhari no. 645-646)
Demikian artikel pendek ini, semoga bermanfaat.
Kamis, 22 November 2012
Kiat Belajar yang Efektif
Belajar
merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa.
Namun, sudah efektifkah cara belajarmu selama ini ? Berikut ini adalah
beberapa kiat yang dapat menjadi masukan agar cara belajarmu menjadi
lebih efektif.
1. Buat Rencana Belajar
Untuk
mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh
karena itu, ada baiknya jika kamu membuat rencana belajar dan rencana
pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kamu
lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan lagi. Buatlah daftar
target lengkap, mulai belajar sesuai urutan dafatr. Hanya berpindah ke
target nomor dua apabila target nomor satu telah tercapai. Bisakah untuk
belajar setiap hari pada jadwal yang telah kamu tetapkan ?
2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Buat
tubuhmu se-segar mungkin, dengan begitu pikiranmu juga akan menjadi
segar untuk belajar. Setiap orang berbeda – beda dalam mengkondisikan
waktu belajarnya. Ada yang menyukai belajar di siang hari, ada juga yang
malam hari. Namun, sesungguhnya waktu yang paling efektif untuk belajar
adalah sebelum makan malam dan beberapa jam sesudahnya. Pada
waktu-waktu ini proses belajar akan lebih cepat sehingga kita tidak
perlu belajar sampai larut malam.
3. Cari Suasana yang Paling Nyaman
Ciptakan
suasana ruang belajarmu senyaman mungkin supaya kamu betah berada
disana. Bisa dengan memutar music, menghiasi kamarmu dengan kata – kata
yang bisa memberi motivasi atau dengan menggantungkan piagam penghargaan
yang kamu dapat sehingga kamu menjadi lebih termotivasi untuk kembali
berprestasi. Selain di kamar, kamu juga bisa mencari tempat lain yang
menurutmu nyaman dan dapat membantumu untuk lebih berkonsentrasi. Bisa
di taman, di tempat sunyi, perpustakaan, atau tempat lainnya. Aturlah
penerangan agar sesuai dengan keperluanmu, tidak terlalu redup dan tidak
pula terlalu menyilaukan.
4. Kenalilah Kepribadian Diri Sendiri
Setiap
orang mempunya cara belajar yang berbeda – beda. Beberapa orang bisa
belajar hanya dengan membaca, sebagian lain dengan mendengar, sedangkan
yang lainnya lagi dengan menulis. Nah, kamu harus bisa menentukan
sendiri gaya belajar seperti apa yang tepat untuk kamu terapkan. Jika
kamu sudah tahu betul gaya belajar yang paling sesuai, maka saat
mempelajari sesuatu akan menjadi lebih mudah dilakukan. Setelah itu
lakukan secara konsisten.
5. Buat Catatan – Catatan Kecil
Bagian
– bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau
buku kecil yang dapat dibawa kemana – mana sehingga dapat dibaca di
mana pun kita berada. Ini akan membantumu mengingat dan sekaligus
memudahkan bila mengulang kembali. Tulis catatan – satatan kecil itu
dengan kalimatmu sendiri. Kalian dapat menuliskannya kembali dalam
bentuk apa saja. Gambar, coretan, dan yang terbaik adalah catatan
tertulis buatan tanganmu sendiri. Setelah itu gunakan warna yang menarik
pada gambar atau tulisan tangamu tersebut. Warna dapat berefek otomatis
dan kata – kata tersebut akan selalu menempel di mata. Hal ini dapat
mengefektifkan belajar dan membuat kamu terus mengingat materi yang
sedang dipelajari. Kemudian susunlah hubungan – hubungan yang terjadi
dari catatan – catatan kecil tersebut. Buatlah semacam kerangka yang
menjelaskan dari awal sampai akhir. Ini akan membantumu untuk memahami
pelajaran yang dipelajari, dengan demikian otak akan terlatih untuk
menganalisis sebuah permasalahan.
6. Buat Kesimpulan
Baca
ulang catatan pelajaran atau pun catatan kecil yang telah kamu susun,
kemudian buatlah kesimpulan dengan kata – katamu sendiri. Dengan
demikian kamu akan mendapakan inti dari keseluruhan apa yang telah
dipelajari.
7. Pelajari Materi yang Masih Belum Dipahami
Pelajari
materi yang paling sulit atau yang membosankan terlebih dahulu.
Biasanya orang akan cenderung untuk mengesampingkan sesuatu yang tidak
disukainya. Padahal, sering kali penyelesaian masalah tersebut
membutuhkan energi intelektual yang lebih banyak. Sebaiknya simpan
pelajaran yang kamu sukai untuk dipelajari belakangan sebagai hadiah
setelah mempelajari bagian yang sulit. Jika sudah merasa mantap dengan
pelajaran tersebut maka ujilah diri sendiri dengan soal – soal. Setelah
soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Kemudian pelajari
kembali soal – soal yang salah dijawab.
8. Hindari SKS (Sistem Kebut Semalam)
Biasanya
hal yang sering dilakukan oleh pelajar jika waktu ujian atau ulangan
sudah dekat adalah dengan belajar hingga larut malam/begadang. Sebaiknya
hindari belajar dengan cara seperti itu karena akan membuat badan kamu
menjadi meriang dan sakit. Otak manusia itu punya batas karena otak
dirancang untuk bekerja efisien. Apabila ada pemahaman baru, maka
pemahaman yang lama akan dihapus dan diganti dengan pemahaman baru
tersebut. Pemahaman yang kita peroleh sifatnya bertahap yang semakin
lama akan semakin bagus. Nah, ini yang disebut dengan kemampuan belajar.
9. Belajar Kelompok
Cara
termudah untuk belajar sesuangguhnya adalah bila dilakukan secara
bersama – sama. Prinsip belajar ini hamper selalu efektif bagi setiap
orang, apa pun karakter belajar yang dimilikinya. Selain itu belajar
juga menjadi terasa lebih menyenangkan dan ringan bila dilakukan secara
bersama – sam. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai
dan rajin belajar agar yang lebih pandai ini bisa membantu menjelaskan
materi pelajaran kepada teman – temannya yang lain. Mengajari teman lain
tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan
materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu kan menjadi lebih paham akan materi
tersebut.
10. Jangan Lupa Istirahat
Kalau
sudah jenuh istirahatlah beberapa saat untuk mengendurkan otot termasuk
mata. Kamu dapat berdiri, berjalan keliling ruangan atau ngemil.
Setelah itu mulailah lagi focus pada pelajaran. Dengan begitu, tidak
terasa otak akan bertahan cukup lama untuk belajar.
Nah,
langkah di atas hanya merupakan masukan untuk membantu kamu dalam
belajar. Karena terkadang setiap orang sudah memiliki gaya dan cara
belajarnya masing – masing. Tidak kalah pentingnya adalah utamakan
prioritasmu sendiri. Jadi, coba buat target yang kamu percaya kamu mampu
meraihnya, dan bukan apa yang dipikirkan orang lain. Oleh sebab itu,
pilih cara terbaik mana yang paling pas dengan kondisimu.
Selamat Mencoba !
Dari berbagai sumber
Langganan:
Komentar (Atom)

